Indonesia dan Sampah Plastik

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 1,133 total views,  4 views today

Saat melihat sampah bertebaran di mana-mana rasanya kadang kesal. Kok, mereka nggak punya kesadaran banget! Meskipun sudah disediakan tempat sampah, tapi masih saja ada sampah yang bertebaran. Mungkin kebiasaan buruk itu sudah terbawa dari saat kecil. Sehingga bisa seenaknya buang sampah di mana pun. Bisa jadi rumah menjadi tempat bersarangnya sampa-sampah.

Pernahkah melihat sebuah kejadian bagaimana orang membuang sampah dari mobil mewah, bekas botol minuman misalkan atau di motor atau angkutan umum? Rasanya kesel banget. Bahkan bisa jadi orang yang sangat  terpelajar pun akan buang sampah seenaknya. Karena mereka merasa bahwa lingkungan sekitarnya adalah area tempat membuang sampah. Padahal apa susahnya menyimpan sampah tersebut di saku bajunya, atau di dalam tasnya. Dan nanti ketika sudah menemukan tempat sampah, tinggal dibuang di tempatnya.

Saat ini Indonesia termasuk negara darurat sampah plastik ke dua di dunia. Seperti yang dilansir dari situs Hipwee.com, diperkirakan sebanyak 46 ribu sampah plastik mengapung di setiap mil persegi samudera. Bahkan, kedalaman sampah plastik di Samudera Pasifik sudah mencapai hampir 100 meter dari permukaan laut. Sampah plastik juga telah menjadi salah satu sumber pencemaran laut di Indonesia.

Tahun 2015, penelitian dari Universitas Georgia mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut. Bagaimana tidak? Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, sampah plastik dari 100 toko/gerai anggota APRINDO selama 1 tahun menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Ini berarti sama dengan sekitar 65,7 Ha kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepakbola!

Plastik butuh waktu 450-1000 tahun untuk terurai di lautan dan itu berdampak pada organisme laut yang terjerat atau menelan sampah plastik. Hal ini menyebabkan pertumbuhan biota laut terhambat, bahkan menyebabkan kematian. Apakah kita akan diam saja dan membiarkan kerusakan ini terjadi di sekitar kita?

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut.

“Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, sampah plastik sangat berbahaya,” ujar Susi dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (19/8/2018).

Ia menambahkan, berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun  di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut .

Bagaimana tidak? Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, sampah plastik dari 100 toko/gerai anggota APRINDO selama 1 tahun menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Ini berarti sama dengan sekitar 65,7 Ha kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepakbola!

Hari ini kita memang tidak bisa dilepaskan dari penggunaan plastik, styrofoam, dan itu pasti akan berakhir menjadi sampah. Jadi akan lebih baik ketika berbelanja membawa wadah belanjaan dari rumah sendiri, bawa wadah minuman atau makanan sendiri, demi mengurangi kadar penggunaan sampah plastik yang memang sangat susah untuk diuraikan, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa hancur.

Edukasi dini tentang lingkungan hidup sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Pengalaman saya ketika mengajar di salah satu sekolah swasta di Jakarta, dengan mewajibkan seluruh siswa untuk membawa botol air minum sendiri dari rumah, sangat mengurangi penggunaan sampah plastik secara perlahan. Ini contoh langkah kecil yang bisa dilakukan agar menekan penumpukan sampah plastik.

Bagi seorang muslim yang sangat peduli akan terwujudnya lingkungan yang asri maka sebelum membeli barang-barang incaran seperti pakaian, tas, sepatu, sandal, harus dipikirkan juga bahwa ujung-ujungnya apa yang di beli akan berujung jadi sampah. Jadi belilah sesuatu berdasarkan kebutuhan, bukan memuaskan keinginan.

Umat Islam tidak boleh kalah dengan negara-negara kafir yang peduli akan keseimbangan lingkungan yang kualitas kebersihannya adalah nomor satu, seperti Jepang, Singapura dan negara-negara lainnya. Rasulullah menyuruh umatnya untuk hidup bersih secara individu dan lingkungan.

Penulis : Azhar Ilham Haliwungan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita Populer

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Kirim Artikel

Ingin menulis di Inspiring Menulis? Berikut cara mudah untuk mengirim artikel.

Berita terbaru

Fifth Grade Teacher

 15,287 total views,  109 views today

 15,287 total views,  109 views today Katanya, tahun kelima itu berat Nyatanya,

Lentera Hakiki – Inspiring Band

 15,535 total views,  108 views today

 15,535 total views,  108 views today Terimalah persembahan dari Inspiring Band Album

Kayu yang Ideal

 16,047 total views,  106 views today

 16,047 total views,  106 views today Diri ini bagaikan seorang tukang kayu,

Asiyah, Ra, Ka, dan Ha

 22,680 total views,  112 views today

 22,680 total views,  112 views today Mesir, pasca jatuhnya raja Akhenaten. Asiyah

Tekad

 21,579 total views,  107 views today

 21,579 total views,  107 views today Kubuat celah pada sebuah rasa Kubuat

Obat overthinking – Inspiring Cast

 23,582 total views,  106 views today

 23,582 total views,  106 views today Cuplikan spotify Disampaikan oleh Septiadi Akbar

Masuk | Daftar

Masuk atau daftar dulu biar bisa komen, bikin konten dan atur notifikasi konten favoritmu. Yuk!

Atau Gunakan